Rabu, 25 Januari 2012

":" Membungkam Perasaan ":"


Seperti biasa hanya kediaman yang tersuguhkan ketika melawan ketidak berdayaan akan sebuah rasa karena masalalu,… hanya mampu menangis,…tak bermaksud tuk mengeluhkan segala yang terjadi yang telah tertakdirkan untukku,.. 

yang ku pertanyakan untuk apa aku hidup benarkah hidupku ini ada artinya,…

setahuku aku hanya membuat orang sekelilingku merugikan,mengecewakan n menyulut api kemarahan. sungguh ku ingin menjerit n melampiaskan segala ketidak berdayaanku,namun yang dapat kulakukan mematuhi segala keinginan mereka meski terkadang sengaja untuk mengelak perintah mereka karna merasa tak adil atas apa yang mereka inginkan,..tak adil untuk diriku sendiri yang berpengaruh pada kehidupanku,anddai mereka tau mereka telah mendidik aku menjadi sosok yang sangat menyeramkan untuk diriku sendiri,…sebenarnya tak ingin menyengaja menjadi seorang pemalas,…malas bekerja,belajar,belajar tentang apa saja,.. dalam diamku sesungguhnya ku mampu seperti yang lain karna ku menyengaja membungkam n menahan hasratku jadilah diriku sesosok yang bodoh,… hanya mampu menyiksa diri padahal semestinya Allah tidak suka akan tindakanku ini,namun mau bagaimana lagi ruang gerak ku terbatas,…

kasih sayang n cinta selalu meninggalkanku dalam keterpurukan tapi disisi lain ku berpura-pura tetap tegar n selalu tersenyum berusaha merelakan n mengikhlaskan,hanya dimulut yang mereka tau tapi apakah mereka yang menyakitiku tahu betapa sakitnya hatiku,.. sesaknya dada ini,.. teririsnya hati ini,… menangis dalam kediaman,sungguh sangat terasa pilu,… kegagalan demi kegagalan dalam membina suatu hubungan yang dibumbui rasa kasih sayang n cinta sesungguhnya membuatku tegar n merasa lebih syukur karna masih dapat merasakan karunia-NYA,… meski rasa itu hanya tak dapat bertahan lama,… setidaknya aku dapat membahagiakan orang-orang sekitar berusaha menyatukan n memberikan nasihat sesuai syar’I menjadi seorang teman/sahabat yang selalu ada ditengah-tengah mereka senyum untuk orang lain,… dapat merasaakan kebahagiaan n kesedihan mereka,… bila mungkin takdirku tak dijumpakan pada jodoh yang kurindukan saat ini yang mana hanya sekedar melihat orang bahagia insya’allah dengan segenap kemampuanku ku ridho,… bagaimanapun juga Dia yang menentukan n yang berhak atas hidupku.



~F^_^U~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar